Rabu, 11 Mei 2011

Sukhoi Su-35


Su-35
Russian Air Force Sukhoi Su-35 Belyakov.jpg

Sebuah Su-35S milik Angkatan Udara Rusia memeragakan demonstrasi pada Pameran Dirgantara MAKS 2009.
 Tipe Pesawat tempur multi-peran
 Produsen Sukhoi
 Perancang Mikhail Simonov
 Terbang perdana Su-27M/35: Mei 1988
Su-35S: 19 Februari 2008
 Status Sedang diproduksi
 Pengguna Angkatan Udara Rusia
Angkatan Udara Venezuela
 Jumlah produksi Su-27M/35: 15[1]
Su-35"BM" (sejak 2005): 3[2]
 Harga satuan Ditaksir sebesar US$45 juta[3] sampai $65 juta[4][5]
 Acuan dasar Sukhoi Su-27
 Varian Sukhoi Su-37
Sukhoi Su-35 (kode NATO: Flanker-E) adalah pesawat tempur multiperan, kelas berat, berjelajah panjang, dan bertempat duduk tunggal asal Rusia. Pesawat ini dikembangkan dari Su-27, dan awalnya diberi nama Su-27M.[6] Pesawat ini dikembangkan untuk menandingi F-15 Eagle dan F-16 Fighting Falcon. Karena kesamaan fitur dan komponen yang dikandungnya, Su-35 dianggap sebagai sepupu dekat Sukhoi Su-30MKI, sebuah varian Su-30 yang diproduksi untuk India.[7]
Pesawat ini sendiri merupakan seri flanker terakhir dan merupakan pengisi kekosongan generasi antara generasi 4 dan generasi 5, bisa dimasukkan dalam generasi 4++.[8]
Su-35 perdana kemudian dikembangkan lagi menjadi Su-35BM, yang memasuki deretan produksi sebagai Su-35S.[9] Angkatan Udara Rusia saat ini mengoperasikan 12 pesawat tempur Su-35 sejak tahun 2008.[2]

Desain dan pengembangan

Su-27M/Su-35

Sukhoi Su-35 adalah versi perbaikan dari Sukhoi Su-27, dan pada mulanya didesain sebagai Su-27M. Pengembangan Su-27M bermula pada awal dasawarsa 1980-an.[10] Sebuah purwarupa Su-27M (T-10S-70) pertama diluncurkan pada tahun 1988. Perubahan dari Su-27 di antaranya kanard, mesin yang dinaikkan kualitasnya, radar baru, dan sistem kendali fly by wire digital.[11] Perubahan lainnya di antaranya kokpit kaca, probe pengisian bahan bakar di udara, gir moncong roda-kembar, radar yang lebih canggih, dua penyangga tambahan di bawah sayap, kapasitas bahan bakar yang lebih besar, dan sirip ekor yang lebih lebar dengan ujung serat karbon horizontal.[12]

Sebuah pesawat aerobatik Su-35 milik Rusia, dikerumuni oleh Pasukan Pangkalan Udara Rusia.
Purwarupa pertama dipamerkan pada tahun 1992 di Pameran Dirgantara Farnborough.[13] Sukhoi mengubah desainnya untuk pesawat tempur dari Su-27M hingga Su-35 pada tahun 1993.[10] Sepuluh purwarupa Su-35 dibuat, empat di antaranya adalah ubahan Su-27 enam lainnya adalah sama sekali baru.[14] Tiga produksi Su-27M selesai dilakukan pada tahun 1996 dan diserahkan kepada Angkatan Udara Rusia (VVS) pada tahun itu juga untuk diujicoba.[15] Lima Su-35 digunakan oleh Tim Aerobatik Rusia. Secara keseluruhan 15 pesawat Su-35 (Su-27M) yang laik terbang telah diproduksi, termasuk di antaranya sebuah purwarupa Su-35UB dengan dua tempat duduk.[1] Dua dari Su-35 dimodifikasi menjadi Su-37 pada pertengahan akhir dasawarsa 1990-an.[16] Su-35 dijuluki dengan sebutan "Super Flanker".[1]

Pendaratan Su-35UB
Meskipun purwarupa asli Su-27M/Su-35 tidak pernah memasuki deretan produksi, ada banyak perbaikan yang diajukan yang disertakan ke dalam varian ekspor Su-27, misalnya Sukhoi Su-30MKI. Tetapi, Angkatan Udara Rusia tidak menerima varian yang lebih maju dan tetap menggunakan armada Su-27 yang diterima pada masa Soviet dulu, dengan sedikit tambahan Su-30.

Modernisasi

Pada pertengahan dasawarsa 2000-an, Sukhoi menghidupkan kembali konsep Su-35 dan mulai memodernisasinya dengan teknologi terbaru,[17][18][19] dengan peninjauan untuk mengganti barisan pesawat tempur Su-27 yang relatif tua di dalam Angkatan Udara Rusia. Su-35 yang dimodernisasi akan menjadi desain antara hingga Sukhoi PAK FA generasi kelima dapat digunakan.[17] Su-35 yang dimodernisasi disebut "Su-35BM" (Bolshaya Modernizatsiya - Modernisasi Besar) oleh beberapa sumber,[9][20] tetapi Sukhoi menyebut pesawat ini hanya sebagai "Su-35".[17] Su-35 yang dimodernisasi ini dianggap sebagai generasi 4++ oleh Sukhoi.[17]

Su-35BM pada MAKS-2009
Su-35 yang dimodernisasi telah dipertunjukkan pada pameran dirgantara MAKS-2007 pada bulan Agustus 2007. Fitur-fitur baru pesawat ini di antaranya badan pesawat yang diperkuat menggunakan bahan-bahan komposit, penanda radar yang diperkecil dari depan,[17] dan sebuah radar PESA yang diperbarui. Pesawat ini diperlengkapi oleh banyak perbaruan pada sistem kelistrikan dan avioniknya, termasuk fly-by-wire digital dan sebuah radar untuk mendeteksi sinyal dari belakang untuk menembakkan peluru kendali SARH. Su-35 yang baru tidak lagi memasang kanard dan rem udara; untuk menjaga kemampuan manuver supaya tetap sama atau lebih besar daripada pesawat-pesawat yang diperlengkapi kanard, Su-35 menggunakan mesin 117S yang baru dengan pipa-pipa vektor pendorong yang selalu berputar.[21][22]
Versi Su-35 baru terbang perdana pada 19 Februari 2008.[17] Pada 18 Agustus 2009, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan sebuah kontrak untuk pengadaan 48 pesawat tempur Su-35S (Serial) bersama-sama dengan 16 pesawat tempur Su-27/30 untuk dikirimkan pada tahun 2015.[23][24]
Pada September 2010 Sberbank bersetuju untuk menyediakan pendanaan program Su-35.[25] Pada 14 Oktober 2010, perusahaan Sukhoi mengumumkan bahwa produksi pertama Su-35S telah merampungkan perakitan umum dan bahwa pesawat-pesawat pertama akan dikirimkan kepada Kementerian Pertahanan Rusia pada akhir tahun itu.[26]

 Sejarah penggunaan

Pada 14 April 2009 sebuah pesawat tempur purwarupa Su-35BM mengalami tumbukan pada sebuah uji darat berkecepatan tinggi. Pilot penguji berhasil keluar dengan selamat setelah melecutkan diri dari dalam pesawat.[27] Menurut Sukhoi, rem pesawat mengalami kegagalan pada saat pendaratan, akibatnya pesawat yang sedang melaju menumbuk landasan dan mesin sebelah kiri terbakar.[28]

Pesanan dan potensi pesanan

Pada bulan Juli 2008, Rusia telah menawarkan Su-35 untuk dijual kepada India,[29] Malaysia, dan Aljazair.[30] Angkatan Udara Brasil,[31] dan Angkatan Udara Venezuela[6][32] telah menunjukkan minatnya untuk membeli Su-35 sebagai pengganti bagi pesawat-pesawat tempur mereka yang lebih tua.
Su-35BM telah diperagakan di Pameran Dirgantara MAKS-2009 pada tanggal 18 Agustus 2009. Pada pameran yang sama, Angkatan Udara Rusia menandatangani sebuah kontrak untuk mengirimkan 48 pesawat tempur Su-35S pada tahun 2015, bersama-sama dengan 12 Su-27SM dan empat Su-30M2, mewakili pesanan produksi pertama Su-35.[33][34] Pada bulan November 2009 Sukhoi mulai menerapkan kontrak negara dan perakitan pesawat serial pertama yang dijadwalkan untuk tahun 2010.[35] Pada bulan Januari 2011, Angkatan Udara Rusia berencana untuk menerima 50 pesawat tempur Su-35 pada 2015.[36]
Su-35 turut serta di dalam kontes F-X2 Brasil. Anatoly Isaikin, direktur jenderal Rosoboronexport, pada 6 Oktober 2009 menyatakan bahwa perusahaan itu akan menyediakan 120 pesawat tempur dan sebuah alih teknologi penuh.[37] Libya diharapkan menandatangani sebuah kontrak untuk pembelian 12 Su-35 pada akhir tahun 2010.[38]
Pada bulan November 2010, dilaporkan bahwa Rosoboronexport telah siap mengadakan pembicaraan dengan Cina tentang penjualan pesawat tempur Su-35 yang lebih dipercanggih bagi Cina.[39][40]

 Varian

Su-27M/Su-35 
Pesawat tempur dengan satu tempat duduk.
Su-35UB 
Pesawat tempur dan pesawat latih dengan dua tempat duduk.[41] Berfiturkan penstabil vertikal yang lebih tinggi dan sebuah fuselage tambahan yang sama dengan Sukhoi Su-30.
Su-35BM 
Pesawat tempur bertempat duduk tunggal dengan avionik yang diperbarui dan aneka modifikasi badan pesawat. Su-35BM adalah nama tak-resmi.[23][24]
Su-35S 
Su-35BM versi domestik Rusia.[23][24]
Su-35K 
Su-35BM versi ekspor.

Operator

 Rusia
  • Angkatan Udara Rusia memesan 48 pesawat tempur Su-35S.[23]
 Venezuela
  • Angkatan Udara Venezuela memesan 24 pesawat tempur Su-35.[42]

Spesifikasi (Su-35S)


Radar Irbis-E untuk Su-35BM pada Pameran Dirgantara MAKS 2009
Data dari KNAAPO,[43][44] Gordon and Davidson,[45] MAKS 2007 Su-35 display,[46] aviapedia.com,[47] milavia.net[48]

Karakteristik umum

  • Kru: 1
  • Panjang: 21,9 m
  • Lebar sayap: 15,3 m
  • Tinggi: 5,90 m
  • Luas sayap: 62,0 m²
  • Berat kosong: 18.400 kg[48]
  • Berat terisi: 25.300 kg
  • Berat maksimum lepas landas: 34.500 kg
  • Mesin: 2× Saturn 117S dengan turbofan TVC
    • Dorongan kering: 8.800 kgf[49] (86,3 kN) masing-masing
    • Dorongan dengan afterburner: 14.500 kgf masing-masing

Kinerja

  • Kecepatan maksimum: Mach 2,25[43] (2.390 km/h,[46]) pada ketinggian
  • Jarak jangkau: 3.600 km ; (1.580 km di atas daratan)
  • Jarak jangkau feri: 4.500 km dengan tangki bahan bakar tambahan
  • Batas tertinggi terbang: 18.000 m
  • Laju panjat: >280 m/s
  • Beban sayap: 408 kg/m²
  • Dorongan/berat: 1,1

Persenjataan

  • 1 × 30 mm kanon internal Gryazev-Shipunov GSh-30-1 dengan 150 putaran
  • 2 × rel ujung sayap untuk peluru kendali udara ke udara R-73 (AA-11 "Archer") atau poda ECM
  • 12 × stasiun rangka dan sayap untuk sampai 8.000 kg artileri, termasuk peluru kendali udara ke udara, peluru kendali udara ke darat, roket, dan bom seperti:
  • Vympel R-27: R-27R, R-27ER, R-27T, R-27ET, R-27EP, R-27AE
  • Vympel R-77: R-77, dan R-77M1, R-77T yang diajukan
  • Vympel R-73: R-73E, R-73M, R-74M
  • Kh-31: Kh-31A, Kh-31P (Peluru kendali anti-radiasi)
  • Kh-35: Kh-59
  • Kh-29: Kh-29T, Kh-29L
  • Bom terpandu laser KAB-500
  • Bom terpandu laser KAB-1500
  • Bom terpandu laser LGB-250
  • 250 kg bom tak-terpandu FAB-250
  • 500 kg bom tak-terpandu FAB-500
  • Roket terpandu laser S-25, roket tak-terpandu S-250
  • Poda roket tak-terpandu S-8
  • Poda roket tak-terpandu S-13

Avionik

  • Irbis-E PESA

Pengembangan yang berhubungan

Pesawat sebanding



SUMBER WIKIPEDIA

Sukhoi/KnAAPO Su-35BM/Su-35-1/Su-35S Flanker

Technical Report APA-TR-2009-0807

by Dr Carlo Kopp, SMAIAA, MIEEE, PEng
August, 2009
Text © 2009, Carlo Kopp

 



Second prototype of the Su-35S Flanker (KnAAPO image).

February 2010 APA Analyses Journal
Assessing the Sukhoi PAK-FA

Background

The impressive Su-35S is the latest incarnation of the T-10 family of fighter aircraft. It would be fair to describe this aircraft as the pinnacle of current conventional fighter design, blending a superb basic aerodynamic design with advanced engine, flight control and avionic technology.

The designation Su-35 has been applied to two basic Flanker configurations since 1991. The first aircraft to carry the Su-35 label was the early 1990s digital T-10M/Su-27M Flanker E, powered by the Al-31FM engine and fitted with the Tikhomirov NIIP N011 planar array radar. Export configurations were designated Su-35. This aircraft was used as the basis of the Su-37 Flanker F advanced technology demonstrator, often labelled as the Super Flanker. The Su-37 was used as a platform to prove a modern glass cockpit, the N011M BARS PESA radar, thrust vector control engines and a quadruplex digital flgiht control system with an electrical sidestick controller. Much of the technology proven on the Su-37 migrated into the Su-30MKI/MKM Flanker H exported to Asia.

The current Su-35S, ordered in 2009 for the Russian Air Force, was the result of a series of design studies for a deep modernisation of the Su-27M design. This was actually more of a deep re-engineering of the basic design in the manner of the F-15E against the F-15C performed during the 1980s. The new Su-35BM retained the basic aerodynamic design and much of the structural design of the late model Flanker, but sees important aerodynamic enhancements and completely new engines and digital systems.

Notable changes include the removal of the dorsal speedbrake, additional internal fuel, and plumbing for AAR and external drop tanks. A quadruplex digital flight control system is used. The Item 117S engines, which use key components of the Al-41F supercruising core, are employed. The Su-35S is the first non-US fighter with substantial sustained supersonic cruise capability, which provides this aircraft with an enormous energy advantage against conventional opponents in most regimes of air combat.

The avionic suite is fully digital. The centrepiece is the Tikhomirov NIIP N035 Irbis E (Snow Leopard) 20 kiloWatt class steerable hybrid ESA radar. A new glass cockpit is employed, using large area displays. The Khibiny electronic warfare suite is employed, with new wingtip DRFM technology jamming pods.

The aircraft is intended to carry the full spectrum of Russian air to air and air to ground guided weapons.

Given the large performance margin in the Su-35S design, it has considerable long term growth potential. It is likely that it will become the platform for the first Russian built large aperture AESA radars, as well as the R-172 very long range AAM.

In strategic terms the Su-35S is a game changer, as it robustly outclasses all competing Western fighter aircraft other than the F-22A Raptor. Deployed in significant numbers it is capable of changing the balance of power in any region where this occurs. This reality does not appear to be widely understood in most Western air forces, or DoD bureaucracies.

KnAAPO Su-35 Description [Cited]


Single-seat multi-functional super-maneuverable fighter.


New engines with all-aspect TVC nozzle and thrust of 14,500 kg are installed on the air-craft. The inner fuel capacity is increased and the aircraft can carry two external fuel tanks with 2,000 liters capacity. The aircraft is equipped with the new Integrated digital aircraft con-trol system (ICS) carried out the functions of Fly-by-wire and Automatic Flight Control systems, Signal limiting system and Air Data System, and Landing Gear Wheel Braking Control System. The aircraft boasts of new avionics with the use of multiplex communication links, and phased array radar. Wide-angle colour head-up display and two large-format colour MFDs form the aircraft indication system. Due to the cockpit lightening equipment the pilot can use night vision goggle.


The aircraft is equipped with the auxiliary power unit providing for the cockpit and aircraft equipment power supply and conditioning while ground maintenancte without ground support means application.

The Su-35 aircraft is designed by “Sukhoi Design Bureau”, but its production is mastered at the Komsomolsk-on-Amur Aircraft Production Association named after Gagarin.

The Su-35 merits are the following:

  • Supreme flight performance, superagility mode
  • Long range information targeting system
  • Advanced jam-resistant secure communication system providing data link between the aircraft and ground-based command centers
  • High-performance air-to-air and air-to-surface long- medium-, and short-range guided weapon mounted externally on 14 hardpoints
  • High-performance EW and ECM systems
  • Electronic reconnaissance system
  • Design features aimed at stealth capability enhancement
  • New indication and signaling system with Multifunctional Display, notable for its enlarged capacity and advanced quality of provided data
  • In-flight refueling system.


KnAAPO Specifications [Cited]

Su-35 basic specifications
Take-off weight, kg:

normal (2 x RVV-AE + 2 x R-73E)
25,300

maximal
34,500
By-pass turbojet engine:

number, pcs
2

thrust, kg
14,500
Maximal fuel load in internal fuel tanks, kg 11,500
Maximal combat load, kg 8,000
Ceiling, km 18
Range with maximal fuel load, km:

Н=0, М=0.7
1,580

Нcr, М cr
3,600
Ferry range: 4,500

with 2 х PTB-2000 external tanks, km
Acceleration time at H=1,000 m and fuel bingo 50% of the standard capacity, sec:

from 600 km/h to 1,100 km/h
13.8

from 1,100 km/h to 1,300 km/h
8.0
Maximal rate of climb (Н=1,000 m), m/sec >280
Maximal airspeed :

H=200 m, km/h
1,400

H=11,000 m , M
2.25
Maximal g-load, g 9
Take-off run in "full afterburning" mode with standard take-off weight, m 400-450
Landing roll on concrete runway in braking mode with brake parachute and wheel brakes use, with standard landing weight, m 650
Length, m 21.9
Height, m 5.9
Wing span, m 15.3




Su-35S prototype B/N 902 on display at MAKS 2009 with a KAB-1500L and air launched Kh-35UE Harpoonski (© 2009 Vitaliy V. Kuzmin).




The primary BVR weapon to be carried by early production variants of the Su-35S is the KTRV RVV-SD, an extended range evolution of the R-77 / AA-12 Adder similar to the AIM-120D. Note the laser proximity fuse supplanting the radiofrequency fuse
(© 2009 Vitaliy V. Kuzmin).




The primary close combat weapon
to be carried by early production variants of the Su-35S is the KTRV RVV-MD, an extended range evolution of the R-73/74 / AA-11 Archer with a jam resistant two colour scanning seeker and a laser proximity fuse. Note the wideband ZnS or ZnSe IR window replacing the MgF2 design used in earlier variants (© 2009 Vitaliy V. Kuzmin).





Su-35S cockpit.



Su-35S Electro-Optical System turret (© 2009 Vitaliy V. Kuzmin).




The UOMZ Sapsan E Electro-Optical Targeting System pod is likely to be offered as an alternative to the licenced French Thales Damocles targeting pod (© 2009 Vitaliy V. Kuzmin).




The heavyweight high power KNIRTI SAP-14 Support Jammer ECM pod is a Russian analogue to the US ALQ-99E pod carried on the EA-6B Prowler and EA-18G Growler. It was developed for Flanker family aircraft and is carried on a large centreline pylon. To date little has been disclosed about this design, but it has been observed on the Su-30MK Flanker G/H and Su-34 Fullback. It operates between 1 GHz and  4 GHz
(© 2009 Vitaliy V. Kuzmin).




The KNIRTI SAP-518 ECM pod is a new technology replacement for the established L005 Sorbstiya series wingtip ECM pods. It operates between 5 GHz and 18 GHz (© 2009 Vitaliy V. Kuzmin).






Su-30MKI Flanker H model with KNIRTI SAP-14 and SAP-518 jamming pods on display at MAKS 2009. The pods have already been flown on the Su-34 Fullback (© 2009, Miroslav Gyűrösi).



The 117S powerplant
(© 2009 Vitaliy V. Kuzmin).




NIIP Irbis E Prototype (Tikhomirov NIIP).


Irbis E Antenna Gimbal Demonstration (Sukhoi Su-35BM) MAKS 2007 Video





This video shows the agile gimbal arrangement on the Irbis E radar. This allows the phased array to be steered to best effect, and retain coverage of the target despite launch aircraft manoeuvre. The planned auxiliary cheek AESA arrays on the F-22A Raptor are designed to achieve much the same purpose.

Sukhoi Su-35 Manufacturer Video




This video was produced by KnAAPO  to provide a quick look at the salient features of the new production Su-35-1 Flanker. It is much less detailed than the earlier 'Deep Modernisation' video, but more up to date. Of particular interest are the new design wingtip  ECM pods  which are much larger than the established KNIRTI Sorbstiya pods, and  in geometry most closely resemble the new  TsNIRTI  Digital RF Memory pod design.

Sukhoi Su-35BM / Su-35 'Deep Modernisation' Manufacturer Video





This Russian language video was produced to educate Russian and foreign customers interested in the Su-35BM upgrade package then being developed for Russian Air Force Su-35 Flanker E fighters. New build Su-35BM aircraft such as those being marketed to the PLA-AF and Brazil would be largely identical in configuration. Especially interesting are the animations of air to air engagements, and the use of the Novator R-100 (KS-172/R-172/K-100/AAM-L) 'anti-AWACS' missile against the E-3C AWACS. The CGI shows an R-77 launch, but the Russian language text refers to a 'long range AAM' which is the Novator R-100.


Resources

-
Sukhoi/KnAAPO
2009
The Su-35 Fighter Booklet. Zip-archive (15MB).
-
Sukhoi/KnAAPO 2009 The Su-35 presentation movie.
-
Sukhoi/KnAAPO 2009 The movie about basic specifications of Su-35.




Carlo Kopp
Air Power Australia Jan 2007
Sukhoi Flankers - The Shifting Balance of Regional Air Power
Carlo Kopp
Air Power Australia May 2007
Supercruising Flankers?
Carlo Kopp
Air Power Australia Sep 2008
Shenyang J-11B Flanker B
Carlo Kopp
Air Power Australia Jun 2008
Sukhoi Su-33 and Su-33UB Flanker D: Russia's Maritime Multirole Fighter
Carlo Kopp
Defence Today
Jan 2007
F/A-18E/F Super Hornet vs. Sukhoi Flanker
Carlo Kopp
APA Analyses
APA-2008-04
Assessing Russian Fighter Technology

Carlo Kopp
Defence Today Jan 2008
Russian fighters – capability assessment [PDF]
Carlo Kopp
Air Power Australia
Apr 2008
Flanker Radars in Beyond Visual Range Air Combat
Carlo Kopp
Air Power Australia Jul 2008
Phazotron Zhuk AE/ASE: Assessing Russia's First AESA
Carlo Kopp
Publication
Mar 2008
The Russian Philosophy of Beyond Visual Range Air Combat
Carlo Kopp
Publication
Jul 2007
Hard Kill Counter ISR  Programs
Carlo Kopp
Air Power Australia Jan 2007
Regional Precision Guided Munitions
Carlo Kopp
Submission to the Minister for Defence May 1998
Replacing the RAAF F/A-18 Hornet Fighter, Strategic, Operational and Technical Issues



Sukhoi/KnAAPO Su-35S Second Prototype




All images © 2009, KnAAPO.
Full Resolution [Recommended]


























SUMBER :http://www.ausairpower.net/APA-Su-35S-Flanker.html
Imagery Sources: KnAAPO, Sukhoi; other Internet sources.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar